Sabtu, 10 Maret 2012

Pendidikan Sebagai Pilar Peningkatan Sumber Daya Bangsa



Diantara sekian banyak agenda pembangunan bangsa, pendidikan merupakan salah satu agenda penting dan strategis yang menuntut perhatian  sungguh-sungguh dari semua pihak. Sebab pendidikan adalah faktor penentu kemajuan bangsa di masa depan jika kita sebagai bangsa berhasil membangun dasar-dasar pendidikan nasional dengan baik, maka diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan di bidang-bidang yang lain. 

Pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi modal manusia yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa. Oleh karena itu kita harus tahu bahwa rendahnya SDM di Negara kita, dikarenakan rendahnya mutu pendidikan.

Karena pendidikan mempunyai peran penting, karena pendidikan mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, menyambungkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara demokratif serta bertanggung jawab.

Terhambatnya peningkatan pendidikan Indonesia di sebabkan tidak terfokusnya arah peningkatan pendidikan itu sendiri. Indikasi adanya kemerdekaan itu, antara lain, terlihat dari tergganggunya proses regenerasi guru disejumlah sekolah,  di tanah air.

Dibutuhkan Komitmen  perubahan system politik secara menyeluruh. Perubahan ini kelak diharapkan menjadi bahan pemikiran bagi lembaga legislatif. Karena itu pula, persoalan ketatanegaraan yang sekarang ada di depan mata juga sangat  membutuhkan penyelesaian secara sistematis. Pendidikan Sebagai Pilar Peningkatan Sumber Daya Bangsa.

Selama ini alokasi angggaran pendidikan masih dibawah 10 persen dari APBN dan lebih rendah dibandingkan dengan sektor yang berorientasi infestasi fisik seperti pekerjaan umum, namun menyadari akan makna penting dan strategis pendidikan, mulai tinggi, sehingga menepati urutan pertama diantara lima sektor yang memperoleh anggaran pembangunan yang paling besar yakni pendidikan.

Yang penting sekarang bagaimana kita bisa mengambil langkah strategis dalam peningkatkan kualitas mutu pendidikan di Negara kita. Dan kita harus  bias memahai peran guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. Karena setiap guru/pendidik diharapkan  harus mampu  memberikan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah, hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat, hasil belajar yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial tingkah laku sosial anak.

 Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya, mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan kemampuannya lebih lanjut. 

Kalau kita perhatikan dengan sungguh-sungguh dunia pendidikan Indonesia sekarang ini  yang cenderung dipolitisasi. Ganti menteri, ganti kebijakan. “Kalau begitu kita bereksperimentasi dengan anak-anak kita,” katanya. Di negara maju, lanjutnya, mereka memikirkan pendidikan secara serius dan matang, karena itu kebijakannya tidak mudah berubah. Selain politisasi, kebutuhan hidup juga menghambat anak-anak untuk mengakses pendidikan.


Dunia pendidikan Indonesia membutuhkan perubahan ke arah yang pasti dan lebih baik. Perubahan ini harus dimulai dari pendidikan paling dasar. Ia juga memandang perlunya menumbuhkan keberanian berpikir dalam diri anak-anak.


Oleh karena itu kita harus lebih belajar lagi tentang moral, baik di sekolah maupun dari masyarakat yang telah menerapkan moral untuk pendidikan. Negara yang mempunyai moral akan di pandang Negara lain sangat berbeda sekali. Jadi moral harus kita tanamkan di masyarakat Indonesia agar kita menjadi orang yang teladan moral.  






Tidak ada komentar:

Posting Komentar