Diantara
sekian banyak agenda pembangunan bangsa, pendidikan merupakan salah satu agenda
penting dan strategis yang menuntut perhatian sungguh-sungguh dari semua
pihak. Sebab pendidikan adalah faktor penentu kemajuan bangsa di masa depan
jika kita sebagai bangsa berhasil membangun dasar-dasar pendidikan nasional
dengan baik, maka diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan di
bidang-bidang yang lain.
Pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi modal
manusia yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa. Oleh karena itu kita harus tahu bahwa rendahnya SDM di Negara kita, dikarenakan rendahnya mutu pendidikan.
Karena pendidikan mempunyai peran penting, karena pendidikan mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, menyambungkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara demokratif serta bertanggung jawab.
Terhambatnya
peningkatan pendidikan Indonesia di sebabkan tidak terfokusnya arah peningkatan
pendidikan itu sendiri. Indikasi adanya kemerdekaan itu, antara lain, terlihat
dari tergganggunya proses regenerasi guru disejumlah sekolah, di tanah air.
Dibutuhkan Komitmen perubahan system politik secara menyeluruh. Perubahan ini
kelak diharapkan menjadi bahan pemikiran bagi lembaga legislatif. Karena itu
pula, persoalan ketatanegaraan yang sekarang ada di depan mata juga
sangat membutuhkan penyelesaian secara sistematis. Pendidikan Sebagai Pilar Peningkatan Sumber Daya Bangsa.
Selama ini alokasi angggaran pendidikan masih dibawah 10 persen dari APBN dan lebih rendah dibandingkan dengan sektor yang berorientasi infestasi fisik seperti pekerjaan umum, namun menyadari akan makna penting dan strategis pendidikan, mulai tinggi, sehingga menepati urutan pertama diantara lima sektor yang memperoleh anggaran pembangunan yang paling besar yakni pendidikan.
Yang
penting sekarang bagaimana kita bisa mengambil langkah strategis dalam
peningkatkan kualitas mutu pendidikan di Negara kita. Dan kita harus bias memahai peran guru sebagai pengajar dan
pembimbing dalam pengalaman belajar. Karena setiap guru/pendidik diharapkan harus mampu memberikan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman
lain di luar fungsi sekolah, hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan
spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat, hasil belajar yang berkaitan
dengan tanggung jawab sosial tingkah laku sosial anak.
Kurikulum harus berisi
hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan
nilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya, mempunyai pengetahuan
dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk
mengembangkan kemampuannya lebih lanjut.
Kalau kita perhatikan
dengan sungguh-sungguh dunia pendidikan Indonesia sekarang ini yang cenderung dipolitisasi. Ganti menteri,
ganti kebijakan. “Kalau begitu kita bereksperimentasi dengan anak-anak kita,”
katanya. Di negara maju, lanjutnya, mereka memikirkan pendidikan secara serius
dan matang, karena itu kebijakannya tidak mudah berubah. Selain politisasi,
kebutuhan hidup juga menghambat anak-anak untuk mengakses pendidikan.
Dunia pendidikan
Indonesia membutuhkan perubahan ke arah yang pasti dan lebih baik. Perubahan
ini harus dimulai dari pendidikan paling dasar. Ia juga memandang perlunya
menumbuhkan keberanian berpikir dalam diri anak-anak.
Oleh karena itu kita harus lebih
belajar lagi tentang moral, baik di sekolah maupun dari masyarakat yang telah
menerapkan moral untuk pendidikan. Negara yang mempunyai moral akan di pandang
Negara lain sangat berbeda sekali. Jadi moral harus kita tanamkan di masyarakat
Indonesia agar kita menjadi orang yang teladan moral.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar